Perbandingan Antara Big Endian dan Little Endian

Metode Big Endian lebih natural pada sebagian besar orang karena lebih mudah untuk membaca posisi hexa. Dengan mempunyai high-order byte yang ada di awal, anda dapat selalu menguji apakah sebuah bilangan positif atau negative dengan byte pada offset nol (bandingkan pada Little Endian dimana anda harus mengetahui berapa panjang bilangan yang ada dan anada harus melakukan skip terhadap sejumlah byte untuk mendapatkan posisi informasi bit tanda tersebut). Mesin Big Endian menyimpan integer dan string dengan urutan yang sama dan tentunya lebih capat dalam operasi-operasi string. Pada umumnya bitmapped graphic dipetakan dengan skema “MSB sebelah kiri” yangh artiny bekerja dengan elemen-elemen grafis yang lebih besar dari satu byte akan dapat ditangani dengan arsitektur ini dengan baik. Hal ini merupakan keterbatasan kinerja untuk mesin-mesin Little Endian karena mereka harus membalik dulu urutan byte bila bekerja dengan objek grafis yang besar. Namun, Big Endian juga memiliki kelemahan. Konversi dari sebuah alamat integer 32-bit menjadi alamat integer 16-bit harus melakukan penambahan. Aritmetika presisi tinggi pada mesin ­Little Endian lebih cepat dan lebih mudah. Umumnya arsitektur yang menggunakan metode Big Endian tidak membolehkan word ditulis pada area alamat non-word (misalnya jika sebuah word adalah 2 byte atau 4 byte, dia harus selalu dimulai pada alamat byte nomor genap). Hal ini memboroskan tempat.